Wednesday, October 27, 2010

seting dns debian server 4.0


Sumber : website 1
PA SIH DNS iTU?
Kembali Ke Asal Mula Adanya DNS

:)Sejarah DNS (Domain Name System)
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputermengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

2. Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

3. Pengertian DNS (Domain Name System)
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

batmen
02-10-2008, 01:30 AM
Struktur DNS

Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

1. Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

2. Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
1. com Organisasi Komersial
2. edu Institusi pendidikan atau universitas
3. org Organisasi non-profit
4. net Networks (backbone Internet)
5. gov Organisasi pemerintah non militer
6. mil Organisasi pemerintah militer
7. num No telpon
8. arpa Reverse DNS
9. xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.
[Only Registered Users Can See Links]
3. Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

4. Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

V. System Kerja DNS
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan.

1. Proses Kerja
Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.
1. Resolvers mengirimkan queries ke name server
2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server

batmen
02-10-2008, 01:51 AM
Sejarah BIND

Program DNS yang bernama JEEVES pertama kali diimplementasikan dan ditulis sendiri oleh Paul Mockapertis. Kemudian diteruskan oleh BIND (versi 4.8.3) yang diimplementasikan pada sistem operasi 4.3 BSD UNIX yang ditulis oleh Douglas Terry, Mark Painter, David Riggle dan Songnian Zhou dari Computer Systems Research Group (CSRG) pada Universitas California di Berkeley. Pada tahun antara 1985-1987, Kevin Dunlap seseorang dari Digital Equipment Corporation (DEC) bergabung dengan CSRG yang kemudian diikuti oleh Doug Kingston, Craig Partridge, Smoot Carl- Mitchell, Mike Muuss, Jim Bloom dan Mike Schwartz. Pemimpin dari proyek ini adalah Mike Karels dan O. Kure.

BIND versi 4.9 dan 4.9.1 kemudian dirilis oleh DEC (yang sekarang diakusisi oleh Compaq Computer Corporation). Pemimpin dari proyek ini adalah Paul Vixie yang merupakan karyawan dari DEC serta dibantu oleh Phil Almquist, Robert Elz, Alan Barrett, Paul Albitz, Bryan Beecher, Andrew Partan, Andy Cherenson, Tom Limoncelli, Berthold Paffrath, Fuat Baran, Anant Kumar, Art Harkin, Win Treese, Don Lewis, Christophe Wolfhugel, dan lain-lainnya. BIND versi 4.9.2 kemudian diambil alih oleh Vixie Enterprises, dan Paul Vixie menjadi arsitek dan programmernya. BIND mulai dari versi 4.9.3 dan seterusnya kemudian diambil alih oleh Internet Software Consortium (ISC) dan akhirnya untuk pertama kalinya, pada tanggal 8 Mei 1997 Bob Halley dan Paul Vixie merilis versi BIND untuk keperluan produksi. Sekarang BINDversi 4 sudah mulai jarang digunakan, dan sebagai penggantinya adalah BIND versi 8 dan versi 9.

batmen
02-10-2008, 02:15 AM
:)Install dengan perintah apt-get install bind9
Kemudian edit beberapa file konfigurasi named.conf yang terletak di /etc/bind9/named.conf
tambahkan Zona Atau nama domain yang kita inginkan
Saya mencoba membuat dengan Lareosing.org Dengan IP 192.168.0.1

zone "Lareosing.org" **
type master;
file "/var/cache/bind/db.Laros";
};

zone "192.in-addr.arpa" **
type master;
file "/var/cache/bind/db.192";
};
(Bawah sendiri beri tambahan include "/etc/bind/rndc.key" karena debian 4.0 sudah terdabat rndc.key)

:)setelah itu kamu buat konfiguasi zona file dengan cara
cp db.local /etc/bind/db.Laros
cp db.127 /etc/bind/db.192

:)kemudian edit db.Laros


;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA Lareosing.org. root.Lareosing.org. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS Lareosing.org.
@ IN A 192.168.0.1
www IN A 192.168.0.1
(Perhatikan titik koma,karena sangat mempengaruhi keberahsilannya)
:)setelah itu simpan kemudian edit db.192

;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA Lareosing.org. root.Lareosing.org. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS Lareosing.org.
1.1.168 IN PTR Lareosing.org.
www IN PTR Lareosing.org.

setelah itu simpan dan keluar.
Kemudian restart dns anda dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart jika tidak muncul eror kemungkinan kerjaan anda berhasil
Cek dengan perintah

ping [Only Registered Users Can See Links]
reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=64
reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=64
reply from 192.168.0.1: bytes=32 time<1ms TTL=64
(Berarti sudah jalan DNS SERVERNYA)

nslookup [Only Registered Users Can See Links]
>set type=PTR
>192.168.0.1
>set type=SOA
>[Only Registered Users Can See Links]

SEMOGA MEMBANTU ...

Sumber : website 2
DNS SERVER PADA DEBIAN 
Assalamualaikum wr.wb
Artikel ini akan membahas tentang cara Konfigurasi DNS server pada Linux Debian..
Hal yang harus kita ketahui untuk membuat DNS server file yang harus di konfigurasi pada linux yaitu bernama : named.conf. Edit file ini untuk mengkonfigurasi DNS Server.. Dengan IP server 192.168.1.1
cara seperti berikut :
  1. Agar FIle named.conf bisa di edit paket debian yang harus kita install adalah paket bind atau named dengan cara :
              server@root #apt-get install bind
  1. setelah terinstalla cari file named.conf dengan cara :
              server@root #locate named.conf
              /etc/bind/named.conf
  1. Setelah itu edit file tersebut dengan perintah :
             server@root #mcedit /etc/bind/named.conf
  1. lalu tambahkan konfigurasi di bawah kedalamnya :
              zone "iman-tkj.com" {
                         type master;
                         file "/etc/bind/zones/iman-tkj.com";
              };
              zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
                         type master;
                         file "/etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com";
             };
  1. Setelah itu Copy file /etc/bind/db.local dengan nama /etc/bind/zones/iman-tkj.com dan file /etc/bind/db.127 dengan nama /etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com dengan cara :
server@root #cp /etc/bind/db.local  /etc/bind/zones/iman-tkj.com
             server@root #cp /etc/bind/db.127  /etc/bind/zones/forward.iman-tkj.com
  1.  Lalu edit kedua file tadi seperi dibawah ini :
              server@root #mcedit /etc/bind/iman-tkj.com
               $TTL 604800
               @ IN SOA iman-tkj.com. root.iman-tkj.com. (
                                                           1 ; Serial
                                                604800 ; Refresh
                                                  86400 ; Retry
                                              2419200 ; Expire
                                               604800 ) ; Negative Cache TTL
                                                       ;
               @          IN     NS             iman-tkj.com.     # di ganti dengan nama domain yang anda gunakan
               @          IN     A                192.168.1.1         # ganti ip yang anda gunakan
                www    IN    CNAME     @

               server@root #mcedit /etc/bind/forward.iman-tkj.com
               $TTL 604800
               @ IN SOA iman-tkj.com. root.iman-tkj.com. (
                                                           1 ; Serial
                                                604800 ; Refresh
                                                  86400 ; Retry
                                              2419200 ; Expire
                                               604800 ) ; Negative Cache TTL
                                                       ;
               @          IN     NS             iman-tkj.com.     # di ganti dengan nama domain yang anda gunakan
                1           IN     PTR          192.168.1.1        # di ganti dengan ip anda
  1.  Setelah itu edit file /etc/resolv.conf seperti dibawah ini :
              server@root #mcedit /etc/resolv.conf
              nameserver 192.168.1.1
  1. Reload paket bind dengan cara berikut :
             server@root #/etc/init.d/bind restart


sumber : website 3
Pertama Lakukan instalasi bind9
# apt-get install bind9
ada 3 file penting pada konfigurasi DNS yaitu db.127, db.local, dan named.conf
semua file tersebut ada di direktory /etc/bind
dalam tutorial ini saya memakai IP. 200.50.50.1 yang akan di resolv menjadi nama domain.
okelah kalau begitu, kita mulai :)
masuk ke direktory /etc/bind
#cd /etc/bind
salinlah file db.127 menjad file dgn namai 200 (dari mana 200)
200 adalah hanya sebuah nama file, saya ambil dari oktet pertama IP Address yang sudah di tentukan. by the way, inilah perintahnya
#cp db.127 200
lalu ganti nama file db.local menjadi nama domain yang kita tentukan
#cp db.local debianku.com
setelah itu edit lah file 200, saya memakai pico sebagai editor teks
#pico /etc/bind/200
berikut ini isi file 200
;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA www.debianku.com. root.debianku.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS localhost.
6 IN PTR www.debianku.com.
setelah itu simpan file tersebut
lalu edit file debianku.com
#pico /etc/bind/debianku.com
;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA www.debianku.com. root.debianku.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS localhost.
@ IN A 127.0.0.1
www IN A 200.50.50.1
lalu simpan
edit file named.conf
#pico /etc/bind/named.conf
zone "debianku.com" {type master;file "/etc/bind/debianku.com";};zone "200.in-addr.arpa" { type master;file "/etc/bind/200";};
simpan file
restart bind 9 dengan perintah :
#/etc/init.d/bind9 restart
test koneksi DNS dengan perintah
#nslookup www.debianku.com